Peregangan adalah bagian penting dari rutinitas kebugaran. Manfaatnya tidak hanya membantu meningkatkan fleksibilitas, tetapi juga mencegah cedera dan meningkatkan performa olahraga. Bagi pemula, memahami cara melakukan peregangan dengan benar bisa menjadi tantangan. Artikel ini akan membahas metode peregangan dinamis dan statis, serta cara efektif untuk memulai.

Mempelajari perbedaan antara peregangan dinamis dan statis membantu seseorang memilih jenis yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Penting untuk mengetahui kapan dan bagaimana melakukan setiap jenis peregangan. Tips sederhana juga akan dibagikan untuk menjadikan peregangan sebagai bagian dari kebiasaan harian.
Dengan informasi yang tepat, setiap orang bisa memanfaatkan peregangan untuk meningkatkan kesehatan dan kinerja mereka. Mari mulai membangun fondasi peregangan yang solid dan aman untuk tubuh.
Key Takeaways
- Peregangan meningkatkan fleksibilitas dan mencegah cedera.
- Teknik yang tepat membantu memaksimalkan manfaat peregangan.
- Kebiasaan peregangan yang konsisten membawa hasil terbaik.
Manfaat Peregangan untuk Tubuh

Peregangan adalah kegiatan penting yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Melalui peregangan, seseorang dapat meningkatkan kesehatan otot, mencegah cedera, dan meningkatkan fleksibilitas serta mobilitas.
Dampak Positif bagi Kesehatan Otot
Peregangan membantu meningkatkan aliran darah ke otot. Dengan peningkatan aliran darah, otot mendapatkan lebih banyak oksigen dan nutrisi yang diperlukan untuk pemulihan dan pertumbuhan. Ini sangat penting setelah berolahraga atau melakukan aktivitas fisik.
Selain itu, peregangan dapat mengurangi ketegangan otot. Saat otot longgar, rasa sakit dan kekakuan bisa berkurang. Peregangan rutin juga membuat postur tubuh menjadi lebih baik, sehingga mengurangi masalah punggung dan leher.
Peran Peregangan dalam Pencegahan Cedera
Peregangan berfungsi sebagai cara untuk mempersiapkan otot sebelum beraktivitas. Dengan otot yang lebih fleksibel, risiko cedera saat berolahraga menjadi lebih rendah. Otot yang kaku lebih rentan terhadap robekan atau keseleo.
Selama latihan, peregangan juga membantu memulihkan otot setelah beraktivitas. Dengan mengurangi ketegangan, peregangan dapat mempercepat proses pemulihan. Hal ini sangat penting untuk menjaga konsistensi latihan dan kebugaran.
Kontribusi terhadap Fleksibilitas dan Mobilitas
Fleksibilitas adalah kemampuan otot dan sendi untuk bergerak dengan bebas. Peregangan dapat meningkatkan fleksibilitas dengan cara melatih dan memperpanjang otot. Dengan fleksibilitas yang lebih baik, seseorang dapat melakukan gerakan sehari-hari dengan lebih mudah.
Mobilitas adalah kemampuan untuk bergerak tanpa rasa sakit atau ketidaknyamanan. Peregangan meningkatkan mobilitas sendi, yang penting untuk aktivitas seperti berlari, melompat, atau bahkan berjalan. Gerakan yang lebih bebas membantu seseorang tetap aktif dan mengurangi risiko masalah fisik di masa depan.
Perbedaan Peregangan Dinamis dan Statis
Peregangan dinamis dan statis memiliki cara kerja dan waktu yang tepat untuk dilakukan. Masing-masing jenis peregangan ini memiliki karakteristik berbeda yang memengaruhi keefektifannya dalam olahraga.
Karakteristik Masing-masing Jenis Peregangan
Peregangan Dinamis melibatkan gerakan aktif yang menggerakkan otot dan sendi. Contohnya adalah ayunan kaki dan putaran lengan. Jenis ini berfokus pada meningkatkan sirkulasi darah dan fleksibilitas otot sebelum latihan. Peregangan dinamis biasanya dilakukan selama 5-10 menit untuk mempersiapkan tubuh.
Peregangan Statis merupakan metode di mana seseorang menahan posisi tertentu tanpa gerakan. Contohnya adalah meregangkan otot hamstring dengan duduk dan menyentuh jari kaki. Peregangan ini dapat dilakukan setelah berolahraga untuk membantu mengurangi ketegangan otot. Idealnya, setiap posisi diperpanjang selama 15-30 detik.
Waktu Penerapan yang Tepat
Peregangan dinamis paling baik dilakukan sebelum sesi latihan. Ini membantu menghangatkan otot dan meningkatkan rentang gerak. Selain itu, jenis ini bisa memperbaiki performa atletik.
Sebaliknya, peregangan statis sebaiknya dilakukan setelah latihan. Tujuannya adalah untuk memulihkan otot dan meningkatkan fleksibilitas. Dengan melakukan peregangan statis setelah latihan, atlet dapat mengurangi risiko cedera dan membantu otot untuk lebih rileks.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Peregangan Dinamis:
- Meningkatkan aliran darah ke otot.
- Membantu mempersiapkan tubuh untuk aktivitas fisik.
- Meningkatkan kinerja dan kekuatan otot.
Kekurangan Peregangan Dinamis:
- Dapat menyebabkan cedera jika tidak dilakukan dengan benar.
- Tidak cocok untuk pemulihan setelah olahraga.
Kelebihan Peregangan Statis:
- Mengurangi ketegangan otot setelah berolahraga.
- Meningkatkan fleksibilitas secara keseluruhan.
Kekurangan Peregangan Statis:
- Tidak efektif sebagai pemanasan sebelum latihan.
- Dapat mengurangi kekuatan otot jika dilakukan terlalu lama sebelum aktivitas.
Persiapan Sebelum Melakukan Peregangan
Sebelum memulai rutinitas peregangan, penting untuk melakukan beberapa langkah persiapan. Persiapan yang tepat dapat membantu mencegah cedera dan meningkatkan efektivitas peregangan. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan peregangan.
Pentingnya Pemanasan Awal
Pemanasan awal sangat penting sebelum melakukan peregangan. Pemanasan membantu meningkatkan aliran darah ke otot dan membuatnya lebih elastis. Tanpa pemanasan, otot mungkin kaku dan lebih rentan terhadap cedera.
Sebuah pemanasan yang baik bisa berupa:
- Jalan cepat: 5-10 menit untuk meningkatkan detak jantung.
- Gerakan dinamis: Seperti ayunan tangan dan kaki untuk mempersiapkan otot.
Pemanasan yang cukup membuat tubuh siap menghadapi peregangan lebih dalam. Ini juga membantu mental untuk fokus pada gerakan berikutnya.
Pakaian dan Perlengkapan yang Sesuai
Pakaian yang cocok juga berperan penting saat melakukan peregangan. Memilih pakaian yang nyaman dan tidak mengganggu gerakan bisa membuat pengalaman peregangan lebih baik.
Berikut adalah beberapa rekomendasi:
- Bahan yang menyerap keringat: Membantu menjaga kenyamanan saat bergerak.
- Pakaian yang longgar: Memungkinkan gerakan bebas tanpa batasan.
Perlengkapan seperti matras juga dapat membantu memberikan kenyamanan saat melakukan peregangan di lantai. Pastikan semua yang dipakai mendukung setiap gerakan agar tidak ada gangguan saat berlatih.
Kesalahan Umum Saat Memulai
Saat baru memulai peregangan, banyak orang melakukan kesalahan yang dapat mengurangi manfaatnya. Salah satu kesalahan umum adalah melakukan peregangan pada otot yang belum dipanaskan. Ini bisa menyebabkan ketegangan dan bahkan cedera.
Selain itu, beberapa pemula cenderung menarik otot terlalu keras. Ini tidak hanya menyakitkan, tetapi juga bisa merusak otot.
Penting untuk:
- Mendengarkan tubuh: Jangan terlalu memaksakan diri saat peregangan.
- Berfokus pada pernapasan: Bernapas dengan baik membantu merelaksasi otot.
Menghindari kesalahan-kesalahan ini dapat meningkatkan efektivitas peregangan dan menjaga keselamatan saat berlatih.
Teknik Peregangan Dinamis yang Efektif
Teknik peregangan dinamis adalah cara yang baik untuk mempersiapkan tubuh sebelum berolahraga. Ini melibatkan pergerakan aktif yang membantu meningkatkan fleksibilitas dan aliran darah. Berikut adalah beberapa contoh gerakan dan cara untuk melakukannya dengan benar, serta kesalahan yang perlu dihindari.
Contoh Gerakan Peregangan Dinamis untuk Pemula
Berikut adalah beberapa gerakan peregangan dinamis yang cocok untuk pemula:
- Arm Circles: Menggerakkan lengan ke depan dan ke belakang dalam lingkaran besar.
- Leg Swings: Mengayunkan satu kaki ke depan dan belakang, lalu ganti kaki.
- Torso Twists: Memutar tubuh bagian atas dari sisi ke sisi.
- Walking Lunges: Melangkah ke depan dengan satu kaki, lalu turunkan tubuh ke posisi lunges.
Gerakan-gerakan ini membantu menghangatkan otot dan sendi, sehingga tubuh lebih siap untuk aktivitas fisik.
Cara Melakukan dengan Benar
Untuk melakukan peregangan dinamis dengan benar, perhatikan langkah-langkah berikut:
- Gerakan Teratur: Lakukan setiap gerakan dengan ritme yang stabil. Ini membantu otot terbiasa dan mengurangi risiko cedera.
- Rentang Gerak yang Baik: Pastikan untuk menggerakkan sendi dalam rentang gerak yang nyaman tanpa memaksakan diri.
- Perhatikan Napas: Bernapaslah dengan teratur saat melakukan gerakan. Ini membantu relaksasi dan aliran oksigen.
Penting untuk tidak terburu-buru. Setiap gerakan harus dilakukan dengan kontrol untuk hasil yang terbaik.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Beberapa kesalahan umum saat melakukan peregangan dinamis adalah:
- Gerakan Terlalu Cepat: Menggerakkan tubuh terlalu cepat dapat menyebabkan cedera. Sebaiknya lakukan dengan tenang.
- Memaksakan Rentang Gerak: Jangan mencoba menggerakkan sendi terlalu jauh dari batas normal tubuh. Ini dapat berisiko.
- Fokus pada Daya Tarik Penuh: Fokus hanya pada daya tarik tanpa memperhatikan teknik pergerakan lain juga bisa berbahaya.
Menghindari kesalahan-kesalahan ini dapat memperbaiki efektivitas peregangan dinamis dan menjaga tubuh tetap aman saat berolahraga.
Tahapan Peregangan Statis
Peregangan statis adalah teknik yang bermanfaat untuk meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi risiko cedera. Pemula perlu memahami gerakan yang benar, durasi dan frekuensi yang ideal, serta ciri-ciri yang menandakan peregangan tersebut aman dilakukan.
Panduan Gerakan Peregangan Statis untuk Pemula
- Lengan ke Atas: Berdiri tegak dan angkat kedua lengan ke atas. Pertahankan posisi selama 15-30 detik. Ini membantu meregangkan otot punggung dan bahu.
- Peregangan Hamstring: Duduk dengan satu kaki diluruskan dan yang lainnya ditekuk. Condongkan tubuh ke depan dan raih jari kaki. Tahan selama 15-30 detik. Teknik ini baik untuk otot belakang paha.
- Peregangan Quadriceps: Berdiri dan tarik satu kaki ke arah bokong. Tahan posisi selama 15-30 detik. Gerakan ini baik untuk otot paha depan.
- Peregangan Pinggul: Duduk dengan kaki menyilang. Dorong lutut ke bawah dan tahan selama 15-30 detik. Ini membantu membuka bagian pinggul dan paha.
Penting untuk melakukan gerakan ini dengan perlahan dan tidak terburu-buru. Pemula harus menghindari memaksa tubuh untuk mencapai posisi yang tidak nyaman.
Durasi dan Frekuensi Ideal
Durasi ideal untuk peregangan statis adalah antara 15 hingga 30 detik per gerakan. Ini memberikan waktu yang cukup bagi otot untuk meregang dan beradaptasi.
Pemula disarankan untuk melakukan peregangan ini sekitar 2-3 kali per minggu. Melakukan peregangan setelah pemanasan atau sebelum tidur membantu meningkatkan fleksibilitas.
Penting untuk diingat agar tidak melakukan peregangan saat otot dalam keadaan dingin. Pastikan untuk melakukan pemanasan ringan sebelum memulai peregangan.
Ciri-ciri Peregangan Statis yang Aman
Peregangan statis yang aman harus memenuhi beberapa kriteria. Pertama, gerakan tidak menyebabkan rasa sakit. Pemula harus merasakan ketegangan ringan, tetapi tidak lebih dari itu.
Kedua, dia harus bisa mempertahankan posisi tanpa bergerak. Jika merasa perlu berdiri atau pergi dari posisi, itu tandanya gerakan tidak aman.
Ketiga, peregangan harus dilakukan dalam area yang cukup luas untuk menghindari benturan. Sesuaikan posisi dan ruang untuk kenyamanan.
Dengan memperhatikan ciri-ciri ini, pemula dapat melakukan peregangan statis dengan lebih aman dan efektif.
Peregangan Berdasarkan Bagian Tubuh
Peregangan sangat penting untuk menjaga fleksibilitas dan mengurangi risiko cedera. Setiap bagian tubuh membutuhkan jenis peregangan yang berbeda untuk mendapatkan manfaat yang optimal.
Latihan untuk Tubuh Bagian Atas
Untuk tubuh bagian atas, fokuslah pada otot-otot seperti punggung, bahu, dan lengan. Salah satu latihan sederhana adalah peregangan bahu. Caranya adalah dengan menarik satu lengan ke arah dada dengan bantuan tangan yang lain. Tahan selama 15-30 detik dan ulangi pada lengan yang lain.
Peregangan punggung juga penting. Untuk melakukannya, duduklah di lantai dengan kaki lurus. Kondisikan tubuh untuk membungkuk maju, mencoba menyentuh jari kaki. Tahan posisi itu dan rasakan tarikan di punggung bawah.
Menggunakan peregangan ini secara rutin dapat membantu meningkatkan mobilitas dan mengurangi ketegangan.
Peregangan Bagian Bawah Tubuh
Bagian bawah tubuh termasuk paha, betis, dan punggung bawah. Salah satu peregangan yang baik untuk paha adalah “quadriceps stretch”. Berdiri tegak, angkat satu kaki dan tarik ke arah bokong. Tahan posisi ini selama 15-30 detik, lalu ganti kaki.
Peregangan betis dapat dilakukan dengan membiarkan satu kaki di belakang. Tekan tumit ke tanah sambil menekuk lutut depan. Rasakan strech di area betis dan tahan selama 15-30 detik. Ini membantu mencegah cedera saat berlari atau melakukan aktivitas fisik lainnya.
Dengan melakukan peregangan ini, seseorang dapat menjaga elastisitas otot dan mengurangi kemungkinan cedera.
Rangkaian Gerakan untuk Area Inti Tubuh
Area inti tubuh sangat penting untuk keseimbangan dan kekuatan. Salah satu latihan dasar adalah “cobra stretch”. Berbaring telentang dan angkat tubuh bagian atas sambil menjaga pinggul di tanah. Tahan posisi tersebut selama 15-30 detik.
Latihan lain adalah “plank”. Posisi ini melibatkan penegangan otot-otot perut dan punggung bawah. Seseorang hanya perlu menahan posisi tubuh sejajar dengan lantai selama mungkin.
Melakukan rangkaian gerakan ini secara rutin akan memberikan kekuatan tambahan pada otot inti dan membangun postur yang lebih baik.
Kesalahan Umum dan Cara Mengatasinya
Banyak pemula menghadapi kesalahan umum saat melakukan peregangan dinamis dan statis. Memahami dampak dari kesalahan ini dapat membantu mereka meningkatkan efektivitas latihan dan mencegah cedera. Berikut adalah beberapa kesalahan yang sering terjadi dan cara mengatasinya.
Dampak Overstretching
Overstretching terjadi ketika seseorang menarik otot lebih jauh dari batas yang aman. Hal ini bisa menyebabkan cedera serius, seperti robekan otot atau ketegangan. Pemula sering melakukan ini karena ingin mencapai hasil cepat.
Untuk menghindari overstretching, pemula harus memperhatikan batasan tubuh mereka. Berikut adalah beberapa tips:
- Dengarkan tubuh: Jika terasa sakit, berhentilah.
- Gunakan teknik yang benar: Pastikan melakukan gerakan dengan perlahan.
- Tandai batasan: Catat seberapa jauh bisa meregang untuk menghindari melebihi batas.
Kurangnya Konsistensi Latihan
Konsistensi sangat penting dalam program peregangan. Tanpa latihan rutin, otot tidak memiliki waktu untuk berkembang. Banyak pemula berusaha berlatih keras sekali, lalu berhenti untuk waktu yang lama.
Untuk membangun kebiasaan baik, buatlah jadwal latihan yang realistis. Langkah-langkah berikut dapat membantu:
- Tetapkan jadwal: Latihan setiap hari pada waktu yang sama.
- Mulai dengan waktu singkat: Cukup 10-15 menit untuk memulai.
- Catat progres: Menyimpan catatan bisa memotivasi untuk tetap konsisten.
Pernafasan yang Tidak Tepat
Pernafasan yang baik sangat penting saat melakukan peregangan. Banyak pemula melupakan teknik ini dan hanya menahan napas, yang dapat meningkatkan ketegangan otot. Tanpa pernapasan yang benar, manfaat peregangan bisa berkurang.
Pemula harus belajar untuk bernapas dengan baik saat latihan. Beberapa tips untuk pernapasan yang tepat adalah:
- Bernapas perlahan dan dalam: Ini membantu merilekskan otot.
- Koordinasi pernapasan dengan gerakan: Hirup saat bersiap, hembuskan saat meregang.
- Praktekkan mindfulness: Fokus pada pernapasan selama latihan untuk meningkatkan konsentrasi.
Tips Menjadikan Peregangan Sebagai Kebiasaan Harian
Membuat peregangan menjadi kebiasaan harian bisa meningkatkan fleksibilitas dan kesejahteraan fisik. Beberapa langkah penting dapat membantu mencapai tujuan ini dengan lebih mudah dan menyenangkan.
Menyusun Jadwal Rutin
Menjadwalkan waktu untuk peregangan adalah langkah awal yang penting. Salah satu cara yang efektif adalah memilih waktu tertentu setiap hari. Misalnya, melakukan peregangan saat bangun tidur atau sebelum tidur bisa membantu mengingatnya.
Pengaturan durasi juga penting. Mula-mula, cukup 5-10 menit sehari sudah cukup. Dengan konsistensi, waktu ini bisa ditambah perlahan. Menggunakan pengingat di ponsel atau kalender juga membantu agar tidak lupa.
Peregrangan sebaiknya dilakukan pada waktu yang tidak terburu-buru. Memilih waktu ketika ruh tenang membuat pengalaman lebih menyenangkan, sehingga lebih mudah untuk mematuhi jadwal.
Motivasi agar Konsisten
Memiliki motivasi yang kuat bisa menentukan keberhasilan kebiasaan baru. Pengguna bisa mulai dengan menetapkan tujuan yang konkret. Misalnya, mereka ingin bisa menyentuh ujung jari kaki dalam waktu tiga bulan.
Menggunakan catatan dapat membantu melihat kemajuan. Menuliskan setiap sesi peregangan yang dilakukan akan memberi dorongan ekstra. Menonton video tutorial atau bergabung dengan kelompok juga bisa menambah semangat.
Temukan cara menyenangkan untuk melakukan peregangan. Misalnya, mendengarkan musik atau melakukan peregangan dengan teman. Ini membuat aktivitas lebih menarik dan tidak terasa seperti beban.
Evaluasi Perkembangan Fleksibilitas
Evaluasi perkembangan fleksibilitas sangat penting untuk memotivasi diri. Pengguna dapat melakukan pengukuran setiap bulan untuk melihat seberapa jauh fleksibilitas meningkat. Ini bisa dilakukan dengan tes sederhana, seperti mencatat sejauh mana mereka bisa membungkuk.
Membandingkan hasil previous dapat memberi gambaran mengenai kemajuan. Jika ada kemajuan, pengguna akan merasa lebih termotivasi untuk melanjutkan. Jika tidak ada perubahan, bisa jadi saat yang tepat untuk merevisi rutinitas.
Melihat video atau foto diri saat melakukan peregangan juga bisa menjadi alat refleksi yang bermanfaat. Ini membantu penggunanya untuk melihat progres dengan lebih jelas. Mengambil waktu sejenak untuk merenung bisa membuat perbedaan besar dalam mempertahankan kebiasaan baik.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Profesional
Konsultasi dengan seorang profesional sangat penting saat seseorang menghadapi masalah fisik. Jika ada rasa sakit yang berkelanjutan saat melakukan peregangan, ini bisa menjadi tanda bahwa ada masalah. Dalam situasi seperti ini, sebaiknya mereka mencari bantuan.
Selain itu, jika seseorang baru memulai program latihan, berbicara dengan seorang pelatih dapat memberikan arahan yang tepat. Pelatih dapat memberi tahu pose yang aman dan cara melakukan peregangan dengan benar.
Berikut adalah beberapa tanda bahwa sudah saatnya mencari saran profesional:
- Rasa sakit yang tajam: Jika peregangan menyebabkan rasa sakit yang tidak normal, sebaiknya berhenti dan berkonsultasi.
- Keterbatasan gerakan: Jika tidak bisa melakukan gerakan tertentu, ini bisa menjadi tanda masalah.
- Penyakit atau cedera sebelumnya: Jika mereka memiliki riwayat cedera, penting untuk mendapatkan saran sebelum memulai latihan baru.
Menggunakan jasa profesional dapat membantu menghindari cedera lebih lanjut. Mereka dapat memberikan program yang disesuaikan sesuai kebutuhan individu. Ini penting bagi pemula yang ingin mendapatkan hasil yang aman dan efektif.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagian ini akan menjawab beberapa pertanyaan umum terkait peregangan dinamis dan statis. Pemula sering kali mencari informasi tentang perbedaan, durasi yang tepat, serta cara melakukan peregangan dengan aman.
Apa perbedaan utama antara peregangan dinamis dan peregangan statis, serta kapan sebaiknya masing-masing dilakukan?
Peregangan dinamis melibatkan gerakan aktif untuk meningkatkan fleksibilitas. Contohnya adalah ayunan kaki. Ini biasanya dilakukan sebelum latihan untuk mempersiapkan otot. Sementara itu, peregangan statis melibatkan posisi diam selama beberapa waktu. Ini dilakukan setelah latihan untuk membantu pemulihan otot.
Berapa durasi dan jumlah repetisi yang ideal untuk peregangan statis agar aman dan efektif bagi pemula?
Peregangan statis sebaiknya dilakukan selama 15-30 detik. Pemula bisa mengulangi setiap gerakan 2-3 kali. Ini membantu memberi cukup waktu bagi otot untuk relaksasi dan mencegah cedera.
Gerakan peregangan dinamis apa saja yang paling aman dan mudah dilakukan sebelum olahraga untuk pemula?
Gerakan seperti ayunan lengan, putaran pinggul, dan jalan di tempat adalah contoh yang aman. Gerakan tersebut mudah dilakukan dan efektif untuk meningkatkan aliran darah ke otot sebelum berolahraga.
Apa saja kesalahan paling umum saat melakukan peregangan yang dapat meningkatkan risiko cedera, dan bagaimana cara menghindarinya?
Salah satu kesalahan umum adalah melakukan peregangan terlalu cepat atau terburu-buru. Ini dapat menyebabkan otot ditarik secara tidak benar. Menghindari pemanasan sebelum peregangan juga berisiko. Pemula harus selalu melakukan pemanasan ringan terlebih dahulu.
Bagaimana menyusun urutan peregangan yang benar untuk seluruh tubuh sebelum dan sesudah latihan?
Peregangan dinamis untuk pemanasan bisa dimulai dari kaki, lalu pindah ke torso, dan diakhiri dengan lengan. Setelah latihan, urutannya bisa dibalik dengan peregangan statis, dimulai dari lengan, kemudian torso, dan terakhir kaki. Ini membantu menjaga keseimbangan otot.
Tanda-tanda apa yang menunjukkan peregangan dilakukan terlalu berlebihan, dan apa langkah yang tepat jika muncul nyeri?
Jika ada rasa sakit yang tajam atau ketidaknyamanan, itu bisa menandakan peregangan berlebihan. Dalam hal ini, penting untuk berhenti dan memberi waktu pada otot untuk pulih. Mengompres area yang sakit dan memberi istirahat pada tubuh juga dianjurkan.
